Pertemuan Operator Data Madrasah Kabupaten Bantul Perkuat Profesionalisme Pengelolaan Data
Pertemuan Operator Data Madrasah Kabupaten Bantul Perkuat Profesionalisme Pengelolaan Data
Puskesmas Kasihan 1 bekerja sama dengan mahasiswa keperawatan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta menggelar kegiatan manajemen Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) di MTs Muhammadiyah Kasihan, Selasa (19/5/2026). Kegiatan yang berlangsung di Laboratorium IPA madrasah tersebut bertujuan memperkuat pengelolaan UKS sekaligus meningkatkan kesadaran hidup sehat di lingkungan sekolah.
Kepala madrasah, Dr. H. Ridwan Furqoni, dalam sambutannya menyampaikan bahwa fasilitas UKS di madrasah masih tergolong baru dan terus dalam tahap pengembangan. Ia menjelaskan, sebelumnya UKS hanya berupa satu ruangan kecil sebelum akhirnya diperluas menjadi ruangan yang lebih layak.
“Dulu hanya satu kamar, kemudian diperluas menjadi lebih layak. Kami juga mendapat bantuan dari PKU berupa tempat tidur, sprei, tensimeter, dan perlengkapan lainnya,” ujarnya.
Meski demikian, Ridwan mengakui bahwa hingga saat ini UKS di madrasah tersebut masih belum memiliki sistem manajemen yang tertata dengan baik. Karena itu, pihak sekolah menyambut baik berbagai rekomendasi yang diberikan mahasiswa keperawatan UMY, mulai dari penyusunan manajemen dan struktur UKS, edukasi bahaya merokok, pembentukan PMR, hingga penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).
Sementara itu, perawat dari Puskesmas Kasihan 1, Dwi Ariani, menekankan bahwa UKS ideal tidak hanya berfokus pada fasilitas kesehatan, tetapi juga mencakup lingkungan dan perilaku sehat warga sekolah.
“UKS yang ideal harus memenuhi berbagai aspek, mulai dari lingkungan hingga perilaku hidup sehat,” jelasnya.
Dalam sesi materi dijelaskan bahwa UKS merupakan wadah berbagai program kesehatan sekolah, seperti kesehatan reproduksi, gizi, pencegahan penyalahgunaan Napza, pengendalian penyakit, serta promosi kesehatan.
Adapun tujuan umum UKS ialah meningkatkan kesehatan anak usia sekolah dan mutu pendidikan. Sementara tujuan khususnya meliputi peningkatan sikap dan keterampilan PHBS, membentuk perilaku hidup sehat dan bebas dari pengaruh rokok maupun Napza, serta meningkatkan kemampuan peserta didik dalam menjaga kesehatan diri.
Materi juga memaparkan ruang lingkup UKS yang mencakup pendidikan kesehatan, pelayanan kesehatan, dan pembinaan lingkungan sekolah sehat. Selain itu, peserta dikenalkan pada langkah-langkah penyelenggaraan UKS, mulai dari identifikasi masalah, perencanaan program lima tahunan, penentuan skala prioritas, pelaksanaan program, pengawasan, hingga monitoring dan evaluasi.
Dalam kegiatan tersebut turut dijelaskan sejumlah sarana yang wajib tersedia di ruang UKS, di antaranya tempat tidur, alat ukur berat dan tinggi badan, termometer, obat-obatan sederhana, model rahang dan sikat gigi, serta perlengkapan pelayanan UKGS seperti kaca mulut dan pinset.
Melalui kegiatan ini, pihak sekolah berharap UKS di MTs Muhammadiyah Kasihan dapat berkembang menjadi pusat layanan kesehatan sekolah yang lebih terstruktur dan mampu mendukung terciptanya lingkungan belajar yang sehat bagi peserta didik.