Kasihan, 17 Oktober 2025 — Suara tawa riang bercampur konsentrasi serius terdengar dari ruang kelas 7 MTs Muhammadiyah Kasihan. Jarum, benang, kain, dan pola menjelma menjadi alat belajar hari itu. Semua mata siswa kelas 7A, 7B, dan 7C fokus — bukan pada buku pelajaran, melainkan pada sehelai kain yang siap mereka ubah menjadi karya luar biasa.
Kegiatan ini merupakan bagian dari Proyek Penguatan Profil Pelajar Rahmatan lil ‘Alamin (P5RA) dengan tema “Kreatif, Mandiri, dan Berdaya Guna”. Lewat kegiatan menjahit, sekolah ingin menanamkan nilai kemandirian, ketelitian, serta semangat berkarya di hati para siswa sejak dini.
“Kami ingin anak-anak belajar bahwa setiap keterampilan itu berharga. Dari seutas benang pun, mereka bisa menciptakan sesuatu yang bermanfaat,” tutur salah satu guru pembimbing P5RA dengan penuh semangat.
Dengan penuh antusias, para siswa belajar mengenal alat-alat jahit, membuat pola sederhana, hingga menghasilkan karya menarik seperti tas mini, dompet, dan sarung bantal. Tak sedikit di antara mereka yang menunjukkan bakat alami dalam dunia jahit-menjahit. Salah satu siswi kelas 7C, Aisyah, dengan mata berbinar berkata,
“Awalnya saya takut jarum, tapi setelah bisa menjahit sendiri, rasanya luar biasa! Sekarang saya ingin membuat baju untuk ibu di rumah.”
Kegiatan P5RA menjahit ini tak sekadar latihan keterampilan tangan, tetapi juga pembelajaran nilai hidup — tentang kesabaran, keuletan, dan kebanggaan atas karya sendiri.
Kepala MTs Muhammadiyah Kasihan, dalam sambutannya, menyampaikan apresiasi tinggi terhadap semangat siswa.
“Kami bangga melihat anak-anak bisa belajar dengan cara yang menyenangkan dan produktif. Ini bukti bahwa pendidikan tak hanya soal nilai, tapi juga karakter dan keterampilan hidup,” ujarnya.
Rencananya, hasil karya para siswa akan dipamerkan dalam Mini Exhibition P5RA di lingkungan sekolah. Pameran ini akan menjadi ajang unjuk bakat sekaligus inspirasi bagi seluruh warga madrasah untuk terus berkarya dan berinovasi.
Melalui kegiatan sederhana seperti menjahit, MTs Muhammadiyah Kasihan terus membuktikan bahwa benang kecil pun bisa menjahit mimpi besar — membentuk generasi kreatif, mandiri, dan berakhlak Rahmatan lil ‘Alamin.